JODOH
Tuhan selalu menjadi sutrradara terbaik.
Aku lama mengenalnya, hangat senyumnya dan lembut budinya.
4 tahun menjadi waktu yang tak terasa bagi kami, hingga suatu hari kami berbuat kesalahan bersama.
Apa yang bisa menghentikan semua kesalahan yang kami perbuat? Jawabanya adalah perpisahan.
Adilkah tuhan? Adilkah semua ini?
Aku merasa sangat mengenalnya, senyumnya, gerak tubuhnya, suaranya, aroma tubuhnya, semua. Tanyakan saja tentang dia kapadaku, semua detail kecil aku tahu.
Itu perasaanku..
Tapi apakah semua itu tidak bisa berhargakah untuk dipertimbangkan bahwa aku telah manjadikanya pusat gravitasi kehidupanku?
Tuhan, dia jodohku!
Jeritku berulang kali, semakin menjerit samakin aku putus asa. kenangan, mimpi yang pernah kami inginkan menjadi sangat sakit untuk mengingatnya.
Tuhan, dia jodohku!
Aku semakin menjerit, marah kepada tuhanku. Tak adil!
Sampai suatu malam aku hanya meringkuk diatas sajadah.
Sambil mendengarkan suara malam..
"Kau sombong sekali hambaku, kau berkata dia jodohmu..
Apa kau tau kalau dia bukan hal baik bagimu?
Apa kau tau bagaimana jadinya dimasa depan dia akan mejadi apa?
Kau tau apa tentang takdir?
Kau tau apa tentang hatinya yang tersembunyi?
Kau masih merasa dia mengasihimu? Tak ingin pergi dari mu? Lalu tontonlah kenyataan yang terjadi bagimu.
Ini sebuah jalan, aku telah menentukan.
Aku yang menciptakan.
Kau menyukainya, dia menyukaimu. Lalu kau pikir siapa yang menciptakan rasa suka dalam hatimu?
Kau berjodoh dengannya, dia berjodoh denganmu. Lalu kau pikir siap yang menentukan itu semua?
Tak usah bermuluk muluk permintaanmu, lakukan apa yang aku printahkan, kau aka mendapat apapun yang kau inginkan. Dia.. ataupun jodoh lainnya yang lebih baik"
Aku terbangun, terisak dan membeku. Aku barharap kepada tuhan.. ampuni hamba, ampuni hamba.
Hamba terlalu berharap kepada makhlukmu, ampuni hamba.
Malam itu adalah malam terakhir dikehidupan kelam, karna yang aku tahu bahwa MATI, ADALAH JODOHKU. (zs)
Komentar
Posting Komentar